Showing posts with label LAIN-LAIN. Show all posts
Showing posts with label LAIN-LAIN. Show all posts
sebuah kisah singkat tentang jarak di antara jiwa manusia

ost 5 cm per second

one more time one more change
masayoshi

jika aku kehilangan dirimu
hatiku takkan bisa maafkan
betapa besar luka yang kurasa
jika tak melihatmu lagi
one more time
kumohon musim engkau jangan berganti
one more time
tinggalkan waktu saat kita bersama
saat jalan kita mulai tak sama
aku ingin menyatukannya
membuat sikapku jadi berbeda
tapi hati tak bisa dipaksa
one more change
mengulang masa indah kita berdua
one more change
namum takdir kita telah berbeda
aku selalu mencari bayangmu
bayang dirimu yang tak pernah kutemu
baik di balik awan
atau di balik bulan
meski kutahu di sana kau tak mungkin ada
jika mimpiku bisa jadi nyata
kumohon engkau berada di sampingku
menemani diriku
di setiap hariku
karena aku tak bisa jika tanpa pelukanmu

sebagian orang mungkin bertahan
melawan sepi kesendirian
karena akan selalu ada bintang
menemani di setiap malam
one more time
kumohon musim engkau jangan berganti
one more time
tinggalkan waktu saat kita bersama
aku selalu mencari bayangmu
bayang dirimu yang tak pernah kutemu
baik di alam mimpi
atau di alam mana
tapi tak pernah kutemukan engkau di sana
bila keajaiban datang padaku
aku ingin bertemu dirimu kini
saat ini juga
detik ini juga
dan akan kukatakan aku cinta kepadamu

tapi musim akan tetap berlalu
secepat detak nadi kita
aku selalu mencari bayangmu
bayang dirimu yang tak pernah kutemu
di setiap jalan
atau di rintik hujan
meski kutahu di sana kau tak mungkin ada
jika mimpiku bisa jadi nyata
kumohon engkau ada di sampingku
menemani diriku
di setiap hariku
karena aku tak bisa jika tanpa pelukmu
aku selalu mencari bayangmu
belahan jiwa yang selalu kudamba
di setiap berita yang pernah aku baca
tapi tak pernah kutemukan engkau di sana
bila keajaiban datang padaku
aku ingin bertemu dirimu kini
detik ini juga
pagi ini juga
dan akan aku katakan aku cinta padamu
aku selalu mencari dirimu
senyuman indah yang tlah lama kurindu
di setiap kereta yang melintasi kota
meski kutahu di sana kau tak mungkin ada
jika hidup ini bisa diulang
aku akan kembali pada dirimu
karena bagi diriku yang terpenting untukku

tak ada yang lain selain bisa bersamamu















Remaja dalam pergaulan sehari-hari
Oleh : M.F. Hazim

Tidak bisa kita pungkiri bahwa realitas pergaulan remaja di masa ini bisa dikatakan sangat jauh melenceng dari norma yang ada di masyarakat dan aturan agama. Semakin hari kondisi moral remaja di Indonesia semakin memburuk. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus-kasus yang menunjukkan kerusakan moral remaja, diantaranya adalah kasus narkoba, tawuran antar remaja, kasus seks bebas, hamil di luar nikah,  dan masih banyak lagi kasus lain.
Dari kasus-kasus tersebut seharusnya remaja bisa menjadi generasi smart teen dengan menjadikan kasus-kasus tersebut sebagai pelajaran dalam menjalani kehidupan mereka, terutama dalam menjalani pergaulan diantara remaja.
Munculnya kasus-kasus tersebut tidak lepas dari pergaulan remaja yang tidak terkontrol dan di luar batas. Pergaulan remaja yang bebas dan tidak disertai dengan nilai-nilai agama membuat pergaulan remaja cenderung mengarah kepada kegiatan-kegiatan yang berlawanan dan melenceng dari nilai agama. Hal itulah yang nantinya akan mengakibatkan timbulnya permasalahan dan penurunan moral remaja.
Diantara sekian banyak pergaulan dan kegiatan remaja yang dapat menjerumuskan remaja ke dalam kegiatan atau aktifitas yang tidak berguna dan berdampak negatif, diantaranya adalah seperti, pacaran kelewat batas atau berlebihan, bahkan tidak hanya berpegangan tangan, bahkan sampai berhubungan layaknya suami istri.
Bergaul dengan anak-anak nakal juga menjadi penyebab utama kerusakan remaja, yang paling nyata saat ini adalah adanya kasus anak cabe-cabean, yang mana sudah menjadi rahasia umum bahwa remaja yang di cap oleh masyarakat dengan nama cabe-cabean ini merupakan remaja yang dikenal nakal, dengan kegiatannya seperti seks bebas, minum-minuman keras, dengan tata busana terbuka yang tidak memenuhi kaidah sopan santun dan terutama tidak menutup aurat sebagaimana anjuran agama. Bergabung dengan geng-geng anak nakal, hal itu juga sangat mendorong adanya sebuah kegiatan yang bisa jadi mengarah kepada tawuran, kemudian balap motor liar, minum-minuman keras, bahkan pencurian.
Dari sekian banyak permasalahan remaja tersebut, diharapakan remaja Indonesia saat ini bisa menjadi generasi muda yang lebih cerdas dalam memilih kegiatan yang bisa berguna dan memberikan manfaat kepada diri mereka. Dan yang paling penting adalah lebih selektif lagi dalam memilih teman, karena teman adalah seseorang yang bisa memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan remaja.
Karena jika kita memiliki teman yang baik, maka kitapun akan menjadi orang baik, dan jika memiliki teman yang buruk, maka keburukanlah yang akan ia berikan kepada kita. Seperti kata pepatah, “Jika kita berteman dengan penjual parfum, maka kita akan tertular aroma harumnya.”
Dalam menjalani pergaulan remaja, terdapat banyak cara bagi generasi smart teen untuk membentengi dirinya dari pergaulan yang buruk, diantaranya adalah  
1.      Kegiataan keagamaan
Dengan mengikuti kegiatan agama, maka remaja bisa lebih mengetahui apa saja aturan-aturan dan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama, sehingga remaja akan lebih mengetahui mana batasan baik dan buruk suatu hal. Dengan memiliki pengetahuan dan tanaman nilai-nilai agama yang kuat maka akan bisa lebih menjaga dirinya dan memberikan rambu-rambu kepada remaja ketika hendak melakukan sesuatu yang akan melenceng dari ajaran agama.
2.      Kelompok belajar
Dengan mengikuti kegiatan seperti kelompok belajar, maka pergaula remaja akan lebih mengarah kepada pergaulan yang baik, dan hal ini sangat efektif dalam membentuk kecerdasan remaja dalam menyikapi kehidupan. Dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, maka akan membuat remaja jauh dari kegiatan yang akan membuatnya terjerumus ke dalam jurang kehancuran.
3.      Kegiatan pengembangan diri
Kegiatan pengembangan diri dapat memberikan efek yang signifikan dalam perkembangan remaja. Ketika remaja sudah menemukan minat dan bakatnya, maka seorang remaja akan lebih fokus dan terarah dalam menjalani kegiatannya sehari-hari. Karena dia tidak lagi bingung, galau atau mengalami krisis identitas, yang mana hal tersebut dapat mengarahkan remaja kepada kegiatan-kegiatan yang buruk. Dan dengan mengikuti kegiatan pengembangan diri ini, maka remaja akan cenderung mendapatkan teman dan pergaulan yang baik, karena apa yang mereka lakukan sudah terarah dan kemungkinan untuk melakukan kegiatan yang melenceng menjadi sangat kurang.
4.      Kegiatan social kemasyarakatan
Dalam kegiatan bermasayarakat diharapkan remaja bisa lebih mengenal norma-norma dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, sehingga dia akan terdorong untuk lebih menghormati, menghargai dan mengamalkan nilai-nilai tersebut. Hal ini akan membuat remaja menjadi lebih peka dan bisa lebih menjaga diri dalam beperilaku sehari-hari.

Sidoarjo, 28 September 2015
M.F. Hazim

Hak Dan Kewajiban Pengasuh Anak Yatim



“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah dewasa (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu), dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).” (Qs. An-Nisa [4]:6)

Tema pembahasan mengenai apa saja hak dan kewajiban dari pengasuh anak yatim ini sangat jarang dibahas dan dikaji, karena seringkali yang menjadi fokus pembahasan hanya mengenai hak-hak dari anak yatim saja. Sehingga saya berharap tulisan ini bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat umum dan pengasuh anak yatim khususnya.
Dalam surat An Nisa ayat 6, selain menjelaskan mengenai apa-apa saja yang menjadi hak-hak dari anak yatim, dan Allah SWT juga menjelaskan mengenai hak dan kewajiban dari si pengasuh anak yatim tersebut. Hal ini sangat penting untuk dipahami karena seringkali ada pengasuh-pengasuh anak yatim yang tidak mengetahui hak-haknya sehingga semisal pengasuh itu adalah orang fakir, ia merasa berat dan menderita saat mengurus anak yatim tersebut. Dan juga ketika si pengasuh tidak mengetahui apa saja kewajiban yang harus ia lakukan dalam mengasuh anak yatim, maka bisa jadi anak yatim yang diasuhnya tidak mendapatkan hak-haknya dengan baik.
Saya akan menjelaskan mengenai kewajiban pertama pengasuh kepada anak yatim yang diasuh olehnya lewat penggalan pertama ayat di atas.
“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah dewasa (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.”
Dalam firman tersebut, Allah SWT memerintahkan kepada pengasuh anak yatim untuk menguji anak-anak yatim asuhannya hingga ia memasuki masa dewasa. Tujuan ujian tersebut adalah untuk mengetahui ketika ia sudah baligh apakah ia sudah memiliki kemampuan dan pemahaman untuk mengelola harta untuk dirinya sendiri dan kemaslahatan umat. Jika dia dianggap sudah mampu, maka pengasuh harus memberikan harta yang diwarisi oleh anak yatim itu dari orang tuanya. Oleh karenanya para pengasuh anak yatim hendaknya berhati-hati dalam menjaga harta mereka dan harta anak yatim tersebut, jangan sampai ia mengambil harta yang menjadi hak anak yatim dan tidak mengembalikannya.

“Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu), dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut.”
Dari kelanjutan isi ayat tersebut, secara umum Allah melarang kita untuk tidak memakan atau mengambil harta dari anak yatim, terutama jika pengasuh itu adalah orang yang mampu  maka ia tidak memiliki hak untuk mengambil harta anak yatim. Tapi Allah yang maha pengertian kepada umat manusia memberikan pengecualian kepada pengasuh anak yatim yang miskin. Seorang pengasuh anak yatim yang miskin menurut ayat tersebut diperbolehkan oleh Allah untuk mengambil harta anak yatim tersebut dalam bentuk upah, dengan kadar yang sepatutnya atau sesuai yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan primer hidupnya. Tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.

“Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).”
Lalu, pada penggalan ayat yang terakhir di atas, kita bisa memperoleh pelajaran bahwa ketika pengasuh anak yatim sudah menjalankan tugasnya untuk menguji akal, pemahan dan kemampuan anak yatim dalam mengelola hartanya sendiri maka apabila mereka telah baligh dan sudah lulus ujian, maka harta yang diwarisi dari orang tuanya harus diserahkan kepada mereka. Dan dalam proses serah terima tersebut hendaknya didatangkan saksi dan bukti, hal ini perlu dilakukan karena dua hal, yang pertama, untuk menegaskan bahwa semenjak hari itu dan seterusnya bahwa pemilik harta warisan orang tuanya adalah anak yatim itu sendiri dan sudah tidak ada sangkut pautnya dengan pengasuhnya. Kedua, apabila suatu saat terdapat rumor yang menjelekkan pengasuh perihal harta anak yatim yang pernah diasuhnya maka ia memiliki dokumen untuk melakukan pembuktian dan pembelaan diri.

Menjaga Kelestarian Sungai Kita

Oleh : M.F. Hazim




Saat ini, masalah pencemaran sungai tidak hanya menjadi masalah di kawasan perkotaan saja, tapi juga di pedesaan. Kita selama ini sudah biasa jika mendengar berita tentang sungai di perkotaan, semisal kali ciliwung  yang dipenuhi dengan sampah, baik itu dari limbah rumah tangga dan limbah industri. Daerah pedesaan yang saya maksud di sini bukan kawasan pedesaan yang ada di gunung atau daerah pedesaan yang masih jauh dari pembangunan. Tapi daerah pedesaan yang sudah berkembang, yang sudah terjamah globalisasi dan pembangunan yang kian hari makin menjadi-jadi. Ya, saat ini kawasan pedesaan tak jauh beda dengan kawasan pemukiman yang ada di kota, banyak pembangunan yang sudah dilakukan dan perkembangan jumlah penduduk pun semakin pesat.

Sayangnya perkembangan yang bisa membawa Indonesia semakin maju itu, tidak diiringi dengan kemajuan sistem pengelolaan dan juga pola pikir masyarakatnya. Akibatnya adalah banyaknya permasalahan yang timbul sebagai efek dari pembangunan, diantaranya seperti masalah sosial, masalah ekonomi, lingkungan, dan sebagainya. Dan dari sekian banyak masalah itu, yang akan menjadi fokus pembahasan dalam atikel ini adalah mengenai masalah pencemaran sungai. Yang mana dari pencemaran sungai ini bisa memberikan dampak negatif yang sangat banyak bagi masyarakat, diantaranya seperti banjir dan krisis air bersih.

Pada tahun 90an, kita masih sering menemukan sungai-sungai yang masih mengalir dengan jernih dan deras tanpa ada hiasan sampah plastik, kotoran manusia atau limbah dari industri atau rumah tangga. Pada pada awal tahun 2000 hingga hari ini, pemandangan sungai yang masih asri seperti itu sangat sulit untuk ditemukan. Tapi kita akan dengan mudah menemukan sungai yang kumuh, kotor, airnya keruh, berbau tidak sedap, dan permukaannya dipenuhi berbagai macam benda yang tidak seharusnya ada di sungai. Hal ini sungguh ironis, karena ditemukan di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern yang seharusnya sudah melek dan paham akan kebersihan lingkungannya.

         Padahal jika kelestarian sungai terjaga, akan sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan masyarakat diantaranya :
1.       Ketersediaan air bersih
2.       Sarana irigasi
3.       Sarana transportasi
4.       Tempat pariwisata
5.       Budidaya Perikanan
6.       Sebagai energi pembangkit listrik


      Nah, bagaimana cara menjaga agar sungai tetap bersih dan kelestarianya terjaga, ada beberapa cara yang mungkin sudah menjadi pemahaman umum dan banyak diketahui masyarakat, diantaranya :
1.       Tidak membuang sampah ke sungai
2.       Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
3.       Melakukan penataan yang baik terhadap bangunan yang berdiri di dekat sungai
4.       Tidak melakukan pengerukan pasir yang berlebihan di sungai


      Hal-hal di atas sudah banyak diketahui oleh masyarakat, tapi pada kenyataannya mereka masih saja tidak bisa menerapkan hal itu dengan baik. Menurut saya tentunya hal itu sangat berhubungan dengan pola pikir masyarakat itu sendiri dan juga kurangnya kontrol dari pihak yang berwenang untuk menegakkan aturan-aturan tersebut, yaitu pemerintah.
     
      Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Di bawah ini saya uraikan beberapa langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menjaga kelestarian dan kebersihan sungai.

1.       Menyadarkan dan merubah pola pikir masyarakat, khususnya penduduk yang tinggal di sekitar sungai. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan, pembagian selebaran yang mengajak untuk menjaga kelestarian sungai, melakukan pembinaan door to door yang dilakukan aparat desa atau relawan. Atau dengan menggunakan media Komunikasi Informasi dan Edukasi massa melalui pemutaran film atau media seni lainnya (wayang, ketoprak dan sebagainya yang disesuaikan dengan budaya setempat), yang mana di dalam media tersebut dimasukkan pesan-pesan dan ajakan untuk menjaga kebersihan sungai. Sehingga diharapkan masyarakat bisa sadar dan merubah mindsetnya untuk menjadi pribadi-pribadi yang turut serta menjaga lingkungan.

2.       Pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab dan berkepentingan dalam hal kebersiha lingkungan, seharusnya bisa membuat aturan terkait kebersihan sungai, yang benar-benar mengikat dan menerapkannya dengan tegas. Dan apabila aturan tersebut dilanggar, maka bisa diterapkan sanksi berupa hukuman denda atau hukuman kurungan penjara. Sehingga para pelanggar aturan bisa benar-benar jera.

3.       Pengelolaan kebersihan lingkungan yang dilakukan dengan profesional dan sungguh-sungguh. Misal setiap dua kilo meter dari panjang sungai, disiapkan seorang petugas kebersihan, yang bertugas mengontrol dan mengawasi kebersihan lingkungan sungai. Dan setiap bulannya digaji, bisa dari anggaran desa atau dari iuran warga. Hal tersebut juga sangat berguna untuk memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

4.       Melibatkan tokoh masyarakat untuk menggunakan pengaruhnya untuk mendorong agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan sungai.

5.       Menggerakkan organisasi-organisasi warga seperti PKK, pengajian warga dan organisasi-organisasi pemuda yang ada di lingkungan masyarakat, seperti karang taruna, pemuda NU, pemuda muhammadiyah dsb. Untuk aktif melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sungai secara berkala.

6.       Perbanyak tempat sampah di titik-titik yang dekat dengan kawasan sungai dan di tempat yang selainnya. Karena perilaku membuang sampah di sungai salah satunya dikarenakan  kurangnya sarana tempat sampah, sehingga masyarakat menjadikan sungai sebagai alternatif tempat pembuangan sampah.

Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dalam artikel ini bisa menjadi acuan untuk mengelola dan melestarikan sungai dan yang paling penting adalah kita harus segera menerapkan langkah-langkah tersebut sebelum semuanya menjadi terlambat dan kita hanya akan menyesalinya. Dan semoga bisa memberikan kontribusi untuk program 100Resilient Cities Semarang.



Peran Pemerintah Dan Masyarakat Atasi Krisis Air Bersih Di Semarang

Oleh : M.F. Hazim



Wilayah kota Semarang yang merupakan wilayah tropis dan memiliki 2 musim yakni musim kemarau dan musim hujan, kurang memiliki kesiapan dalam menghadapi adanya dampak dan efek dari pemanasan global yang telah membuat iklim berubah-ubah dan tidak bisa diprediksi. Semisal saat musim kemarau, saat ini musim kemarau tidak hanya berlangsung selama 6 bulan seperti seharusnya, tetapi bisa sampai 9 bulan, bahkan lebih. Karenanya jika sebuah kota tidak memiliki kesiapan dalam hal infrastruktur dan sistem untuk penanggulangan maupun penyelesaian masalah tersebut, maka bisa dipastikan kota tersebut akan menghadapi masalah berupa krisis air bersih.
Dalam tulisan ini, yang saya maksud sebagai krisis air bersih adalah minimnya jumlah air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di suatu wilayah, terutama untuk air yang digunakan untuk keperluan masyarakat sehari-hari (minum, masak, mandi, mencuci dll). Melalui program 100 Resilient Cities Semarang ini saya ingin memberikan kontribusi kepada kota Semarang agar menjadi kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan fisik, sosial dan ekonomi, dan tidak hanya tantangan yang diakibatkan oleh perubahan iklim saja, dan saya berharap bisa membantu mensukseskan program 100 Resilient Cities secara umum.
Sebelum saya menyampaikan apa saja solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih di Semarang, saya akan memaparkan apa saja penyebab-penyebab yang menjadikan kota Semarang seringkali mengalami krisis air bersih.

 

Penyebab krisis air bersih


1.      Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghemat air
Penyebab sebuah kota bisa mengalami krisis air bersih salah satunya dikarenakan oleh karakter kebanyakan masyarakat di kota Semarang yang masih belum memiliki kesadaran dan mindset untuk selalu menerapkan pola hidup yang hemat dalam penggunaan air sehari-hari. Masyarakat kita saat ini begitu boros dalam menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari, mereka masih belum memiliki kesadaran bahwa kekeringan yang terjadi selama ini salah satunya dikarenakan oleh penggunaan air yang boros, sehingga pada musim kemarau persediaan air tanah sudah sangat menipis.
Di antara sekian banyak kebiasan buruk dalam penggunaan air oleh masyarakat, salah satu contoh yang bisa saya berikan adalah seperti penggunaan air yang berlebihan untuk menyiram taman dan kebun. Untuk mencuci kendaraan. Mengisi bak air kamar mandi hingga penuh dan meluber, tapi tidak kunjung dimatikan. Saat mandi juga cenderung menggunakan air secara berlebihan, dan masih banyak lagi perilaku pemborosan yang tidak perlu. Semua itu merupakan pemborosan air yang seharusnya bisa dicegah apabila masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya menghemat air bersih.

2.      Jumlah populasi penduduk
Kota semarang yang termasuk ke dalam kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, bisa mengalami masalah krisis air bersih juga disebabkan karena kota Semarang sebagai kota yang padat dengan jumlah penduduk yang mencapai 1.268.292 jiwa tentunya juga akan memiliki tingkat konsumsi air yang sangat tinggi pula. Tingginya tingkat konsumsi air yang tidak bisa diimbangi oleh persediaan air, membuat kota ini kerap kali mengalami krisis air bersih.
Berikut ini saya paparkan standar kebutuhan air domestik dari Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah tahun 2003 dan SNI tahun 2002. Berdasarkan Jenis Kota dan Jumlah Penduduk.

Jumlah penduduk
Jenis kota
Jumlah kebutuhan air
(liter/orang/hari)
>2.000.000
metropolitan
>210
1.000.000-2.000.000
metropolitan
150-210

Jadi jika jumlah penduduk Semarang berjumlah 1.268.292, maka kebutuhan air dalam setahun adalah 69.438.987.000 L/Tahun. Dengan penjabaran rumus seperti ini :
Kebutuhan air penduduk perkotaan = 1.268.292  x 365 x 150 L = 69.438.987.000 L/Tahun.
Dengan kebutuhan air sebanyak itu, maka jika masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk menggunakan air secara bijak dan hemat, maka bukan tidak mungkin Semarang akan menjadi langganan krisis air bersih setiap tahunnya, karena tingkat konsumsi yang tinggi ditambah adanya kondisi kemarau yang semakin tahun semakin parah dan berkepanjangan.
Jika jumlah penggunaan air setiap orang dalam sehari bisa ditekan hingga di bawah 150 liter/orang/hari. Maka akan memberikan dampak yang sangat besar bagi ketersediaan air di Semarang dan memungkinkan untuk mencegah terjadinya krisis air bersih saat kemarau.

3.      Banyaknya jumlah Industri besar
Di kota semarang sendiri jumlah industri besar dan sedang, sudah mencapai sekitar 364 buah. Banyaknya jumlah industri di suatu kota akan memberikan efek yang sangat besar bagi terjadinya krisis air bersih. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah industri tesebut yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Hal ini mengakibatkan tercemarnya air sungai dan air tanah sehingga membuat air tidak bisa dikonnsumsi karena sudah bercampur dengan banyak bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Akibatnya jumlah air yang ada memang banyak, tapi jumlah air bersih yang bisa dikonsumsi menjadi sangat sedikit. Hal itulah salah satu yang mengakibatkan adanya krisis air bersih.

4.      Pencemaran sungai dan daerah aliran sungai (DAS)
Di jawa tengah sendiri ada sekitar 136 sungai yang tercemar. Menurut  Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH), di semarang ada beberapa sungai yang tercemar, di antaranya adalah sungai Klampok di Pringapus, sungai Sinatah di Ungaran, dan sungai Badhe di Bawen. Pencemaran sungai merupakan salah satu penyebab utama kelangkaan air bersih. Air sungai yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan warga sehari-hari, menjadi sia-sia dan tidak termanfaatkan dengan baik. Pada dasarnya pencemaran air sungai merupakan kelalaian manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan karena telah membuang limbah industri dan rumah tangga ke sungai.
Saat ini beberapa Daerah Aliran Sungai di Semarang mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, banyak Daerah aliran sungai yang digunakan untuk mendirikan bangunan, sehingga DAS tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Banyaknya jumlah banguna yang didirikan di daerah aliran sungai juga didorong oleh adanya pertambahan jumlah penduduk yang semakin tinggi memaksa mereka untuk mendirikan bangunan di sekitar DAS. Dan yang terakhir adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS. Kerusakan DAS berdampak pada kondisi debit air sungai yang berkurang. Serta mengakibatkan penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampaknya adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.
Oleh karena itu kesadaran masyarakat harus lebih di tingkatkan agar tidak membuang limbah, sampah dan hal-hal yang bersifat merusak lingkungan di sungai yang dapat menyebabkan krisis air bersih.

5.      Berkurangnya pepohonan di hutan
Salah satu wilayah yang sering dilanda krisis air bersih di semarang adalah wilayah kota Semarang di bagian atas, Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Mijen, Kecamatan Gunung Papi, Kecamatan Tembalang. Adalah hal yang ironis jika daerah di pegunungan bisa terjadi krisis air bersih, padahal seharusnya wilayah tersebut menjadi wilayah yang bisa menyediakan dan menyuplai air bersih bagi penduduk kota semarang.
      Hutan yang terdiri dari jutaan pohon dapat menyimpan air di dalam akar-akarnya. Namun jika pepohonan sering ditebangi entah untuk keperluan industri dan sebagainya, maka hal ini akan berdampak pada berkurangnya jumlah pohon yang bisa menyimpan air secara signifikan pada saat hujan, sehingga menyebabkan pasokan air tanah menjadi sedikit. Hal ini tentunya akan memberikan sumbangan yang besar bagi terjadinya krisis air bersih.

6.      Berkurangnya lahan resapan air
Semarang sebagai kota metropolitan pastinya tidak akan pernah berhenti dalam melakukan pembangunan infrastrukur. Tapi dalam proses pembangunan yang terus terjadi itu akan memberikan dampak yang sangat besar berupa semakin sempitnya lahan resapan air. Populasi penduduk yang semakin banyak akan semakin meningkatkan jumlah kebutuhan akan tempat tinggal. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu, akan mengkibatkan semakin berkurangnya sawah, kebun dan tanah kosong yang sebelumnya menjadi lahan penyerapan air dan beralih fungsi menjadi tempat tinggal. Hal ini akan membuat air hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah, dan akhirnya air tanah yang menjadi persediaan dan bisa digunakan saat musim kemarau menjadi tidak ada.

7.      Tidak meratanya layanan PDAM
Ada beberapa wilayah di semarang yang mengalami krisis air bersih dikarenakan wilayah mereka tidak tersentuh layanan PDAM. Di kelurahan jati sari misalnya, ketika sumur-sumur warga sudah mengering, mereka hanya bisa mengandalkan satu sumber air bersih dari sendang yang dikelola kelurahan. Dan itupun Jatah air bersih yang bisa mereka dapatkan harus dibatasi karena debit air sendang untuk mengisi tandon ini kian menyusut drastis. Padahal ketika pelayanan PDAM merata, maka warga tidak perlu mengalami krisis air bersih.



Penyelesaian masalah jangka panjang


Penyelesaian masalah yang saya sampaikan di bawah ini juga bersifat pencegahan, seperti kata orang “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Ada beberapa pencegahan yang saya sarankan, dan saya harap bisa mencegah adanya krisis air bersih di semarang.
Agar langkah-langkah tersebut bisa berhasil dan berjalan dengan baik, maka harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan stake holder secara berkelanjutan dan terus menerus. Dan yang paling penting harus dilakukan sesegera mungkin agar krisis air bersih di semarang bisa segera diatasi.

             1.      Melakukan sosialisasi
Sosialisasi yang saya maksud di sini berupa sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hemat air dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi ini sangat penting untuk dilakukan, karena ketika masyarakat sudah sadar dan memahami tujuan serta manfaat melakukan penghemaan air, maka penggunaan air bersih yang berlebihan bisa berkurang, dengan begitu persediaan air tanah yang bersih bisa terjaga kapasitasnya. Sehingga ketika masa kemarau tiba, air tanah tersebut bisa digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, sehingga pemerintah hanya tinggal menyediakan pasokan cadangan apabila kemarau terjadi berkepanjangan dan benar-benar menimpulkan kekeringan yang parah.
Sosialisasi bisa dilakukan oleh berbaga pihak seperti pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pengurus desa setempat dan masih banyak lagi. Kegiatan sosialisasi tersebut hendaknya dilakukan setiap tahun, sehingga masyarakat bisa terus menjaga kebiasan dan kesadaran tersebut dan agar pola pikir hemat air benar-benar tertanam dalam diri mereka.

             2.      Melakukan kontrol kepada industri
Pemerintah perlu melakukan kontrol yang ketat terhadap industri-industribenar maupun sedang yang ada di semarang. Kontrol yang dilakukan bertujuan untuk mencegah ulah pelaku industri yang nakal dengan membuang limbah industri ke sungai tanpa di olah terlebih dahulu.
Kontrol yang dilakukan meliputi,
a.       Melakukan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
Jika industri tersebut tidak lolos uji AMDAL, maka sebaiknya tidak memberikan ijin kepada pihak bersangkutan.
b.      Mengkontrol limbah proses pembuangan limbah
Jika diketahui ada industri yang membuang limbah secara sembarangan dan terbukti merusak lingkungan, pemerintah kota harus memberikan sanksi terhadap industri tersebut. dan setelah itu terus melakukan kontrol yang ketat yang didukung oleh sebuah hukum yang mengikat. Sehingga apabila ada pihak yang melanggar, bisa dikenai sanksi pidana atau denda.

             3.      Menjaga kelestarian sungai dan DAS
Penanggulangan krisis air bersih sangat bergantung kepada kelestarian sungai dan DAS. Sungai yang bersih dan memiliki daerah aliran sungai yang memadai akan mampu memberikan ketersediaan air bersih yang melimpah bagi masyarakat.
Untuk bagaimana cara menjaga kelestarian sungai dan DAS, akan saya bahas di artikel yang berbeda.

             4.      Melakukan reboisasi dan membuat daerah resapan air
Untuk melakukan reboisasi, usaha yang bisa dilakukan adalah dengan menggalakkan gerakan seperti one man one tree. Reboisasi sangat penting untuk dilakukan, demi mengembalikan kembali kelestarian hutan dan lingkungan, yang mana dengan reboisasi tersebut semakin banyak pohon yang bisa membantu untuk menyimpan persediaan air dalam tanah. Selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air.
Selain itu reboisasi juga berguna untuk mengimbangi antara pertumbuhan lahan yang digunakan untuk bangunan dengan lahan terbuka yang bisa menyerap dan menyimpan air, sehingga tetap seimbang.
Dan solusi lain yang tidak kalah penting untuk menjaga ketersediaan air bersih adalah dengan menyediakan daerah resapan air. Yang bisa berupa taman atau kebun yang ditanami pepohonan dengan jenis berbagai macam sehingga bisa menyerap dan menyimpan air.

             5.      Melakukan pemerataan layanan PDAM
Pemerataan layanan PDAM juga menjadi sebuah solusi yang bisa memberikan jawaban untuk mengatasi masalah krisis air bersih. Karena sampai saat ini banyak wilayah di semaran yang belum merasakan layanan dari PDAM, dan karena sebagian wilayah tersebut adalah wilayah miskin, maka hendaknya pemkot bisa memberikan tarif yang lebih murah dan bisa dijangkau oleh masyarakat.
Atau layanan PDAM yang diberikan tidak harus selama satu tahun penuh, melainkan hanya ketika musim kemarau saja. Yang penting wilayah-wilayah tersebut sudah dijangkau oleh pipa-pipa PDAM, sehingga ketika kekeringan benar-benar datang, pemkot bisa mengatasi masalah tersebut dengan cepat dan wargapun tidak perlu harus menderita berjalan sekian kilo meter untuk mencari air.

             6.      Membuat penampungan air hujan
Secara umum wilayah-wilayah di Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi. Hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, jika air hujan bisa dikelola dengan baik sehingga bisa menyimpan cadangan air yang akan sangat berguna saat musim kemarau.  Untuk masalah memanfaatkan air hujan, sebaiknya pemerintah kota semarang banyak belajar pada negara Inggris. Inggris dengan curah hujan hanya sekitar 700 mm/tahun saja, Inggris tidak pernah mengalami kekurangan air. Mereka bisa memanfaatkan sebaik mungkin curah hujan yang rendah itu dengan membangun danau-danau buatan untuk menampung air hujan, sehingga pada saat musim kemarau datang mereka tetap memiliki cadangan air.
Solusi lain yang bisa dilakukan Pemkot Semarang adalah dengan membangun tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, waduk sekala kecil yang dibuat di beberapa wilayah rawan kekeringan. Embung atau situ tersebut dimaksudkan untuk menampung air, yang bisa digunakan untuk keperluan warga sehari-hari atau bisa juga untuk pertanian ketika kemarau.
Jika membuat danau-danau buatan terlalu berat dan besar biayanya, maka pemerintah bisa membangun bak penampungan air hujan di tiap RT. Bak penampungan air hujan bisa dibuat dengan kedalaman 4 meter atau lebih, dengan bak seukuran tersebut air hujan yang tertampung dapat bertahan selama 3-4 bulan pemakaian.
Cara lain untuk mencegah seminimal mungkin air hujan agar tidak terbuang ke laut adalah dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Dengan begitu air hujan bisa terserap sepenuhnya ke dalam tanah. Selain itu cara tersebut juga bisa memperkecil banjir dengan menyimpan air di tanah.

             7.      Pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (laut) menjadi air tawar.
Oleh karena itu, kami berinovasi dengan menciptakan “Omitor” (Ocean Windmill Desalinator). Omitor adalah suatu alat yang dapat merubah air laut menjadi air bersih. melihat dari banyaknya perairan yang ada sekaligus untuk mengatasi kurangnya air bersih dibeberapa daerah di Indonesia. Di samping itu, dengan memanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara maritim dan memanfaatkan tenaga angin sebagai tenaga penggerak. Omitor diciptakan sebagai suatu alat penghasil air bersih yang dapat bermanfaat untuk berbagai kalangan masyarakat. Tujuan dirakitnya Omitor ialah sebagai alat yang mengubah air laut menjadi air bersih siap pakai, sebagai sumber air yang stabil, serta mengurangi sumber air tanah yang ikut berdampak pada penurunan lapisan tanah di Indonesia.

             8.      Kerja sama dengan swasta
Dalam mengatasi masalah krisis air bersih agar bisa lebih cepat diatasi, pemkot semarang bisa melakukan kerja sama dengan organisasi atau komunitas yang ada di semarang. Baik itu untuk melakukan penggalangan dana, kerja sama embangunan maupun dalam hal aksi cepat tanggap ketika terjadi kekeringan.

             9.      Sosialisasi perawatan sistem air bersih
Jika sudah dilakukan pembangunan-pembangunan sistem untuk menampung air bersih. Maka pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada warga untuk menerangkan bagaimana cara merawat dan memperbaiki sistem air bersih yang akan dikelola sendiri tersebut. sehingga apa yang sudah dibuat dan dibangun bisa bertahan lama dan berfungsi dengan baik.