Showing posts with label LUKISAN. Show all posts
Showing posts with label LUKISAN. Show all posts


Beberapa waktu lalu saya diundang untuk menghadiri sebuah acara diskusi seni rupa dengan tema human traficking. Acara ini diselenggarakan di rumah budaya tembi, yogyakarta.
Acara ini diadakan sebagai salah satu agenda dari pameran lukisan human karya teman saya bapak jupri abdullah. diskusi ini menghadirkan dua pembicara yakni Kuss Indarto (kurator dan kritikus seni rupa) dan Rindang Farihah (Direktur Mitra Wacana Women Center) dan moderator Slamet Riyadi Sabrawi. Diskusi yang dilangsungkan di Ruang Mrican Tembi Rumah Budaya.


Dalam paparannya Kuss Indarto menyampaikan bahwa karya seni bisa menjadi media ekspresi yang sangat personal, yang bahkan orang lain sering tidak tahu apa pesan yang hendak disampaikan senimannya. Hal demikian dapat dicontohkan misalnya dalam karya-karya almarhum Nashar. Namun seni juga bisa menjadi media kesaksian atas segala sesuatu, misalnya bisa dilihat dalam karya-karya Joko Pekik. Bisa juga menjadi alat koreksi atau kritik sosial, menjadi penyeimbang problem-problem sosial kemasyarakatan. Karya seni bisa juga menjadi sistem tanda ruang baru. Pada sisi ini cakupan fungsi karya seni bisa merambah ke banyak sisi, maksud, dan pesan. 


Apa yang dilakukan Jupri Abdullah dengan karyanya yang bertemakan “Human Trafficking” bisa disebut sebagai media atau alat ekspresi sosial. Jupri merasa gelisah dengan banyaknya kasus human trafficking yang menimpa warga Indonesia. Kegelisahan ini mendorong Jupri untuk meriset, mendalami kasus-kasus human trafficking yang sesungguhnya bukan hanya menjadi kegelisahannya pribadi, namun juga kegelisahan sosial. Melalui riset ini kemudian Jupri merenung, berdialog di dalam dirinya, serta kemudian menuangkannya dalam karya seni (lukisan). Karya Jupri bisa disebut sebagai karya kesaksian itu. Kesaksian Jupri melalui karya seni ini bersifat menggugah dan mungkin juga menggugat. 


Apa yang digelisahkan Jupri ini memang merupakan kenyataan yang terjadi di Indonesia. Hal demikian ditegaskan oleh Rindang Farihah. Antara lain Rindang menyampaikan bahwa ada cukup banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi korban human trafficking di antaranya adalah minimnya informasi dan tanggung jawab dari perekrut, minim pengalaman dan pendidikan sehingga mudah tertipu, kesenjangan budaya, buta hukum, pemalsuan identitas yang tidak disadari baik oleh pemegang identitas maupun petugas pembuat identitas, dan jebakan utang.


semoga dengan karya-karya seperti ini, seni bisa memberikan lebih banyak sumbangsih dan peran untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik lagi. 





sumber gambar : dokumentasi pribadi
Sekitar 4 orang skets hunter kali ini berburu obyek sketsa sampai ke kota Trawas
dan luar biasanya di sana para skets hunter bertemu dengan mbak-mbak (noni belanda: karena saat itu juga sedang ada acara semacam karnaval) yang mau untuk dijadikan model.
hawa sejuk di trawas pun jadi semakin sejuk. ; )










sponsored by
  

Hmm, apa kabar teman?
Semoga anda selalu sehat selalu.
terima kasih kalian sudah menjadi kawan baik untuk blog yang tidak bagus ini.

Seperti judul postingan ini -Sayonara- saya ingin mengucapkan sebuah salam perpisahan.
Karena, suatu hari pasti akan datang masa dimana saya tidak akan muncul lagi di blog ini selama-lamanya, untuk menuliskan segala sesuatu tentang persoalan Bumi Manusia ini.

Seperti tertulis dalam deskripsi profil saya, saya adalah seorang penjelajah waktu dari masa depan. Dan sebagai seorang penjelajah waktu, saya tidak bisa untuk tinggal di masa ini selamanya. Meskipun sebenarnya saya sangat menginginkannya (tetap tinggal).
Sekali lagi, saya sebenarnya masih ingin tinggal.

Setiap manusia yang hidup di bumi ini hanya melakukan perjalanan, sama seperti saya.
Suatu saat mereka akan kembali ke tempat asalnya dengan cara melalui kematian.
Begitu pula saya, suatu saat saya akan kembali ke masa di mana saya seharusnya.
Dan bisa dikatakan kalau saat-saat saya harus kembali sudah dekat.
Mungkin hanya beberapa tahun lagi, atau bahkan beberapa bulan lagi.
Saya akan tahu setelah melakukan konsultasi dengan seorang Dr. untuk memastikan kapan saya harus pergi dari masa ini.

Tapi sebelum saya pergi, saya berharap bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan.
Dan yang terpenting saya ingin menyampaikan sesuatu yang penting dan harus saya katakan kepada beberapa orang sebelum waktu saya habis.
Semoga saya bisa menyampaikannya dalam waktu dekat ini.

Jangan bersedih seperti itu...haha...
Saya hanya ingin kalian tidak terkejut ketika saya tiba-tiba mendadak menghilang. seperti hantu.
Saya akan meninggalkan blog ini sebagai warisan. sebuah warisan yang akan mengingatkan kalian kepada saya.
Tentunya saya berharap kalian mengenang saya sebagai manusia yang baik.
untuk menikmati blog ini, saya sarankan anda sambil mendengarkan beberapa lagu yg saya rekomendasikan salah satunya lagu yang dibawakan rie fu - life is like a boat ("Ost" blog ini...eheh)

Inilah hidup. Saya sudah terbiasa menghadapi keadaan di Bumi Manusia dengan segala persoalannya. keadaan yang pelik dan pahit ini sudah  menjadi seperti coklat di pagi hari yang di seduh seorang kekasih.

ya, itu yang ingin aku sampaikan.
semoga kelak saya bisa kembali lagi ke masa ini.

Terima kasih untuk segalanya, Pertemanan, Persahabatan, Keceriaan, Pengertian, Kebaikan, Ketulusan dan segala hal baik lainnya.

Terima kasih
Sahabatku untuk selamanya.
Peluk penuh cinta.

M.F. Hazim











sponsored by
  





SUMBER : http://swandhipainting.blogspot.com/












sponsored by
  





SUMBER : http://swandhipainting.blogspot.com/













sponsored by
  





SUMBER : http://swandhipainting.blogspot.com/











sponsored by
  





 Jogjakarta – Teman-teman tau kan jika seni itu bisa menembus batas? Ya, selain cakupannya yang banyak, juga penggemarnya tak terhitung jumlahnya. Namun jika kita lebih spesifik lagi nih membahas tentang batasan yang bisa ditembus, karya seni memang tak bisa lho disejajarkan dengan gadget atau barang elektronik jika dilihat dari penafsiran harga. Contohnya nih, suatu barang memang seringkali mahal jika ketersediannya di pasaran susah dicari namun banyak yang membutuhkan. Namun suatu karya seni tidak ditakar dengan cara demikian. Oke, bisa saja sebuah karya seni lukis direpro namun posisinya sudah tidak bisa lagi disejajarkan selayaknya karya seni lukis yang asli. Dia hanya akan menjadi barang pajangan, cetakan pabrik dan benda sejenisnya. Suatu karya seni yang baik hanya ada 1 lho teman-teman.